4 Obat yang Berpotensi Atasi Virus Corona

Merebaknya pancemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid 19) di seluruh belahan dunia memaksa para dokter, perawat dan peneliti menjadi garda terdepan untuk memeranginya. Seperti halnya para Dokter dan Perawat yang paling sering bersentuhan dengan para pasien yang terinfeksi virus corona, para peneliti obat-obatan di dunia juga tengah berlomba untuk menemukan obat anti covid 19. Lalu, obat jenis apa saja yang bisa berpotensi mengatasi virus corona? Yuk, kita ikuti terus pembahasannya.

Umumnya, hampir sebagian besar penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari berbagai negara menunjukan bahwa obat-obat yang kini tengah diteliti keampuhannya berasal dari obat-obatan yang telah lama diproduksi dengan berkaca pada kasus pandemi di masa lalu. Seperti diketahui, di masa lalu dunia juga pernah mengalami masa pandemi yang menyerang sendi-sendi kehidupan manusia, seperti Malaria, sindrom pernapasan akut (SARS), sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan HIV. Dari kejadian luar biasa atau pandemi di masa lalu tersebutlah, berbagai obat-obatan ditemukan untuk mengantisipasinya.

Meskipun hingga saat ini belum ada satupun hasil penelitian yang menjadikan obat dengan spesifikasi khusus secara klinis dapat mengatasi virus corona, namun ada beberapa obat yang digunakan di seluruh rumah sakit di dunia untuk membantu penyembuhan para pasien yang terinfeksi virus corona. Berikut adalah daftar obat yang diyakini dapat membantu penyembuhan pasien covid 19:

Fosfat Chloroquine

Chloroquine Phosphate atau fosfat chloroquine merupakan obat anti-malaria dan penyakit autoimun yang banyak digunakan oleh pengobatan medis di dunia dan telah digunakan secara klinis lebih dari 70 tahun. Di Indonesia, obat ini lebih dikenal dengan Pil Kina, karena chloroquine merupakan sintesis kina atau senyawa alami yang di ekstrak dari pohon kina. Obat ini telah terbukti ampuh mengobati pasien malaria.

Dalam mengobati pasien malaria, Pil Kina mampu memperlambat replikasi virus yang memasuki sel dengan meracuni system pencernaan beberapa parasite dalam genus plasmodium manusia yang terjangkit melalui nyamuk. Meskipun covid-19 disebabkan novel virus corona, bukan parasite, para peneliti berhipotesis chloroquine dapat membantu memperlambat penyebaran virus corona para pasien yang rawat di seluruh rumah sakit di dunia. Obat ini telah efektif dalam mengatasi penyebaran malaria dan juga telah terbukti melawan pandemic SARS dan MERS juga HIV.

Kaletra

Kaletra merupakan kombinasi dua obat antivirus yakni lopinavir dan ritonavir yang umumnya digunakan membantu melawan para pasien HIV. Cara kerja lopinavir secara klinis dibutuhkan untuk mencegah enzim virus untuk memotong protein penting yang merupakan kunci reproduksi HIV, sedangan ritonavir difungsikan untuk meningkatkan konsentrasi lopinavir dalam sel.

Meskipun saat ini belum ada peneliti dari berbagai negara yang mengumumkan secara resmi digunakan untuk pengobatan pasien covid-19, namun jenis obar ini masuk dalam daftar penelitian untuk mencegah virus corona di berbagai negara.

Remdesivir

Obat ini telah dikembangkan secara masal pasca merebaknya Ebola, meski belum terbukti efektif mampu melawan Ebola. Namun, remdesivir terbukti memiliki beberapa efek terhadap MERS dan SARS dalam lini sel dan pengujian hewan terbatas. Meskipun cara kerja remdesivir belum jelas, namun dalam sebuah penelitian baru menunjukkan tampaknya menghambat replikasi RNA selama siklus reproduksi virus corona.

Remdesivir, konon diberikan kepada pasien COVID-19 pertama di Amerika Serikat setelah kondisinya memburuk. Pasien dikabarkan mulai pulih pada hari berikutnya. Kasus ini dikeluarkan sebuah jurnal kesehatan dalam studi kasusnya New England Journal of Medicine. Namun begitu, belum ada pembuktian klinis dan juga data yang menguatkan atas hasil pencapaian pengobatan ini, hal ini juga dibenarkan oleh para peneliti dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Losartan

Pada dasarnya, losartan merupakan obat hipertensi, utamanya untuk mencegah hormon angiotensin mengikat ke reseptor pembuluh darah. Namun demikian, para ilmuwan yang melakukan penelitian atas obat-obat yang berpotensi mampu menghambat virus corona berhipotesis losartan dapat membantu pasien dengan COVID-19. Hal ini dikarenakan fungsi dari obat ini sendiri sebagai penghambat reseptor angiotensin dan obat ini menghambat virus masuk ke dalam sel.

Peneliti dari Universitas Minnesota meskipun belum secara resmi mengumumkan hasil penelitian dalam uji klinis mereka. Namun obat jenis losartan masuk dalam radar penelitian mereka untuk pencegahan covid-19.

Nah, itulah obat-obat yang kini masuk dalam radar berbagai peneliti di dunia dan tengah dikembangkan hasil penelitiannya. Meskipun satupun belum ada yang mengumumkan secara klinis dan dilengkapi dengan data-data akurat hasil penelitiannya. Apresiasi disematkan kepada para garda terdepan penanganan virus corona ini. Terlebih, di tengah pandemik yang berkembang dengan cepat, para ilmuwan pun berpacu untuk menemukan pengobatan yang paling efektif.

 

The post 4 Obat yang Berpotensi Atasi Virus Corona appeared first on Kelas Pintar.