5 Badai Paling mengerikan di Tata Surya

Luar angkasa memiliki ribuan fenomena alam yang mungkin menjadi objek penelitian yang menarik sekaligus menjadi hal yang mengerikan dan berdampak sangat besar bagi Bumi. Salah satunya adalah berbagai fenomena badai yang terjadi di Tata Surya khususnya tata surya, baik planet maupun bintang yang terdekat dengan Bumi, Jupiter, Saturnus, Matahari, Mars, dan Venus.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa badai terkuat yang terjadi di bumi yang berhasil menghancurkan isinya tidak sebanding dengan badai yang terjadi di tata surya. Meski memiliki jarak ribuan bahkan jutaan mil, namun badai yang terjadi tetap memberikan pengaruh yang besar di Bumi dan tercatat sebagai badai paling dahsyat yang terjadi di tata surya.

Jadi seberapa menakutkan badai di tata surya? Berikut rangkuman badai paling dahsyat yang terjadi di tata surya:

Badai matahari

Badai matahari Feomena merupakan kejadian yang sering terjadi dan merupakan salah satu obyek penelitian yang sering dilakukan di dunia. Bintang yang merupakan pusat Tata Surya itu terletak lebih dari 149 juta kilometer dari Bumi, dan sering mengalami badai. Dimana, ejeksi massa korona terjadi saat medan magnet terjerat dan membentuk suar. Atmosfer matahari atau korona bisa meledak akibat letusan badai.

Badai matahari menimbulkan berbagai masalah di Bumi, salah satunya memicu kebakaran besar yang juga dapat mengganggu komunikasi telegraf global yang disebabkan oleh sinar-X dan radiasi ultraviolet yang menghantam Bumi.

Bintik Merah Besar di Jupiter

Sekilas bintik merah pada penampakan planet Jupiter memang sangat indah untuk dipandang. Namun, siapa sangka titik merah yang dikenal dengan The Great Red Spot itu adalah penampakan badai besar yang terjadi di sana.

(Baca juga: 5 Tempat Paling Menakutkan di Semesta)

Bintik merah di pusat badai raksasa di Yupiter berukuran tiga kali ukuran Bumi dan telah berlangsung selama tiga ratus tahun. Penelitian menunjukkan badai adalah hasil dari sinar kosmik yang memicu reaksi dan mengubah amonium hidrosulfida di lapisan awan atas menjadi senyawa baru dengan corak darah.

Badai debu di Mars

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sejak tahun 1950-an, badai debu yang terjadi di Mars bahkan dapat menutupi seluruh planet dan juga berkontribusi pada hilangnya air di Mars. Badai yang terjadi di Mars mampu menyerap sinar matahari dan membuat atmosfer menjadi lebih hangat.

Hujan asam di Venus

Venus memang merupakan planet terpanas di Tata Surya dengan suhu rata-rata mencapai 462 derajat Celcius. Venus juga sering mengalami hujan badai angin asama dengan kecepatan 200 MPH memindahkan awan sulfat di angkasa penuh karbondioksida. Badai yang terjadi di Venus merupakan badai abadi karena evolusi badai yang konstan sehingga akan terus berkembang.

Badai tersebut diyakini oleh para peneliti sebagai struktur permanen di atmosfer Venus. Venus memiliki petir petir yang tersusun dari asam sulfat dan bergerak lebih lambat dari petir di Bumi.

Badai misterius di Saturnus

Saturnus merupakan planet gas yang memiliki cincin yang terlihat berwarna-warni. Sayangnya, planet ini sering mengalami badai yang dahsyat. Badai yang terjadi di Saturnus diperkirakan memiliki luas 4 miliar kilometer persegi atau delapan kali luas permukaan Bumi.

Badai di sekitar Saturnus yang bergerak dari utara ke selatan memiliki jarak 15 ribu kilometer dengan kecepatan awan yang mencapai 330 mph. Selain itu, Saturnus sedang mengalami badai segi enam dan terdeteksi di garis lintang utara Saturnus.

Pos 5 Badai Paling Mengerikan di Tata Surya muncul pertama kali di Kelas Cerdas.