Alasan Kenapa Burung Tidak Bisa Terbang di Luar Angkasa

Burung memiliki keutamaan atau keunikan khusus dalam mengklasifikasikannya; ada burung yang memiliki kapal pesiar terbang terpanjang di dunia, suara paling merdu, ukuran terkecil hingga terbesar, warna paling indah atau bahkan mungkin memiliki ketinggian fantastis ketika terbang seperti pesawat terbang, dan banyak lagi. Namun, tahukah Anda mengapa burung tidak bisa terbang di angkasa seperti astronot yang melayang-layang di udara kosong?

Seperti diketahui, burung memang menggunakan sepasang sayap untuk terbang di udara. Meski begitu, ada juga yang memiliki sepasang sayap, tetapi tidak bisa digunakan untuk terbang. Jadi apa yang membuat burung tidak bisa terbang di ruang angkasa, yang sebenarnya hampa udara dan tidak memiliki gravitasi? Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya mengetahui faktor penting apa yang membuat burung bisa terbang.

Pada dasarnya, burung dapat terbang karena perbedaan tekanan udara di bawah sayap, yang lebih tinggi daripada yang di atas. Perbedaan tekanan ini dipengaruhi oleh massa kecil sementara permukaan tubuh cukup lebar.

Jika dilihat dari sudut pandang biologis, burung memiliki keunikan khusus sehingga mereka memiliki kemampuan terbang karena ukuran tubuhnya lebih kecil (lebih ringan); memiliki bulu yang lebih padat dan padat; kerangka yang lebih ringan; memiliki kekuatan otot yang lebih kuat; gerakan sayap yang lebih cepat; memiliki pundi-pundi udara (kantung udara); memiliki kaki yang kuat dan unik; telinganya memiliki penutup (headset); lapisan kornea di mata lebih tebal; memiliki sayap yang lebih lebar dan lebih panjang; dan tentu saja didukung oleh ekor yang memadai.

(Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Jarak Sosial Berlaku Selamanya?)

Sementara itu, dari sudut pandang fisika, burung memiliki tipe tubuh kecil. Dimana menurut hukum Arhcimedes untuk membuat objek mengambang dari jenisnya harus sama atau lebih kecil dari medium / lingkungan. Burung juga memiliki kekuatan yang menekan lebih kecil dari kekuatan yang menekan. Akselerasi harus lebih besar dari massa objek. Mampu menahan gaya gravitasi, ini karena kecenderungan tulang pada sayap burung lebih kuat dan lebih besar dari pada kaki dan gaya angkat ini membuat burung mampu menahan gaya gravitasi yang mencoba menjatuhkannya.

Jika terkait dengan pertanyaan awal, apakah burung bisa terbang di ruang angkasa, inilah jawabannya. Secara umum, semua benda akan mengambang di ruang hampa, seperti astronot yang dapat melayang di ruang angkasa karena tidak memiliki gravitasi. Ketika terhubung dengan burung, burung-burung itu tidak terbang di langit. Ini karena burung membutuhkan udara untuk dapat terbang. Hal lain mengapa burung tidak dapat mencapai ruang walaupun mereka memiliki sepasang sayap adalah karena ketika di luar angkasa, burung tidak dapat menelan makanan ke dalam tubuh mereka, mengingat bahwa makanan yang biasanya masuk ke tubuh mereka dibantu oleh kekuatan gravitasi yang mampu mendorong makanan ke dalam tubuh mereka.

Meskipun demikian, burung masih bisa terbang di pesawat ruang angkasa seperti halnya astronot. Bagaimana bisa? Di Bumi, ada burung yang terus mengepakkan sayapnya untuk tetap berada di udara. Ada juga burung yang meluncur dan bisa bertahan hidup tanpa mengepakkan sesekali. Di pesawat ruang angkasa yang dipenuhi udara, sayap dan ekor burung masih berfungsi sehingga mereka dapat terbang, bahkan berputar, menambah kecepatan, atau mengurangi kecepatan. Berbeda dengan manusia yang hanya bisa melayang di stasiun ruang angkasa atau pesawat ruang angkasa. Namun, burung harus mengendalikan dirinya sendiri yang terasa sangat ringan.

Posting Alasan Mengapa Burung Tidak Dapat Terbang di Ruang muncul pertama kali di Smart Class.