Hari Parlemen, Begini Sejarah Parlemen di Indonesia

Parlemen sebenarnya adalah wadah aspirasi masyarakat untuk mendukung pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah secara berkelanjutan. Dalam sejarah pembentukan parlemen di Indonesia, ada 3 tahapan yang telah dilalui sejak jaman penjajahan Hindia Belanda. Mulai dari masa Volksraad, perjuangan kemerdekaan dan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Lantas, seperti apa sejarah parlemen di Indonesia secara lengkap?

Parlemen adalah badan legislatif yang diambil dari bahasa Inggris yang artinya “berbicara”. Di Indonesia, parlemen dapat diartikan sebagai wadah untuk menyuarakan suara rakyat. Dimana, di dalamnya ada anggota yang dipilih oleh rakyat sebagai wakil untuk menyuarakan pendapat atau masukan dari rakyat.

Padahal saat ini parlemen mengalami makna yang terus berkembang dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya parlemen merupakan salah satu bagian terpenting dari sistem pemerintahan yang berperan sebagai legislatif. Badan legislatif yang disebut parlemen dilaksanakan oleh pemerintahan dengan sistem parlementer dimana eksekutif secara konstitusional bertanggung jawab kepada parlemen.

Sejarah parlemen di Indonesia

Parlemen di Indonesia telah melalui sejarah yang panjang, yang dimulai pada masa penjajahan Hindia Belanda. Saat itu pemerintah Hindia Belanda membentuk sebuah lembaga bernama Volksraad atau disebut juga Dewan Rakyat pada 16 Desember 1916.

Pembentukan Volksraad sendiri tertuang dalam Blat Hindia Belanda No. 114 tahun 1916 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Agustus 1917. Di dalamnya memuat hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan legislatif, yaitu Volksraad (Dewan Rakyat).

(Baca juga: Lembaga Legislatif dan Tugasnya)

Berdasarkan konstitusi Indische Staatsrgeling buatan Belanda, pada tanggal 18 Mei 1918 Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum atas nama pemerintah kolonial Belanda membentuk dan melantik Volksraad (Dewan Rakyat).

Tahap selanjutnya akan menjadi sejarah parlemen di Indonesia, tepatnya pada masa pendudukan Jepang. Pada periode ini calon parlemen dimulai dengan terbentuknya Tjuo Sangi-in, badan perwakilan yang hanya bertugas menjawab pertanyaan dari Saiko Sikikan, penguasa tertinggi militer, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan upaya memenangkan perang Asia Timur Raya. Meski jelas Tjuo Sangi-in bukanlah perwakilan dari dewan perwakilan yang menyuarakan rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Parlemen

Parlemen lengkap yang dibentuk oleh bangsa Indonesia adalah pasca kemerdekaan, pada masa Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Pembentukan KNIP mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Peralihan, tertanggal 29 Agustus 1945. Pembentukan KNIP berjumlah 137 anggota. Komite Nasional Pusat ini diakui sebagai cikal bakal Badan Legislatif di Indonesia.

Sebagai negara yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan dan agar diakui sebagai negara demokrasi, Moh Hatta mengeluarkan Deklarasi nomor X tanggal 16 Oktober 1945. Berdasarkan SK nomor X tersebut, tugas KNIP berubah, dari menjadi asisten menjadi presiden menjadi setara dengan presiden dengan kewenangan menyusun undang-undang dan ikut serta dalam menetapkan Pedoman Kebijakan Negara.

Penetapan Deklarasi Nomor X tanggal 16 Oktober 1945 menjadikan 16 Oktober diperingati sebagai Hari Parlemen Indonesia dan diperingati sampai dengan hari ini.

Pasca Hari Parlemen, Begini Sejarah Parlemen di Indonesia Tampil Pertama di Smart Class.