IQ Selangit, Kenali Orang-Orang Terpintar di Dunia

Siapa yang tidak kenal Albert Einstein? Ya, dia adalah ilmuwan terkenal yang memiliki tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) super tinggi. Einstein tercatat memiliki skor di atas rata-rata manusia dengan IQ 160. Tak ayal, dia juga dinobatkan sebagai salah satu orang terpintar di dunia. Namun, Einstein bukanlah satu-satunya.

Indonesia juga bangga memiliki Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Presiden ke-3 Republik Indonesia ini tercatat memiliki skor IQ 200, atau di atas IQ Albert Einstein. Perlu diketahui, rata-rata IQ manusia di Indonesia dan di dunia berada pada kisaran 90-109. Kecerdasan ini umumnya didapat dari tahap pembelajaran sehingga memiliki kecerdasan diatas rata-rata, namun tidak sedikit juga yang diperoleh seseorang dari pemberian Tuhan dan diberikan kepada orang tertentu saja.

Lantas, siapakah orang-orang yang beruntung itu? Berikut adalah daftar orang-orang dengan IQ tertinggi dan tentunya orang-orang terpintar di dunia.

Kim Ung Yong

Kim Ung Yong yang lahir di Korea Selatan pada 7 Maret 1962 tercatat sebagai orang terpintar di dunia. Kecerdasannya tercatat di Guinness Book of Records sebagai seorang super jenius dengan skor IQ 210. Bisa jadi kecerdasannya mengalami penurunan dari ayahnya, Kim Soo-Sun yang juga tercatat sebagai profesor.

Kejeniusan Kim Ung Yong sudah terlihat sejak ia masih balita, di usia balita umumnya yang masih baru belajar mengenal lingkungannya, Kim sudah mampu menyelesaikan persamaan kalkulus kompleks dengan cara yang mudah (usia 3 tahun ). Tak hanya itu, setahun kemudian, Kim mampu menghafal kata-kata dalam berbagai bahasa. Padahal, setahun yang lalu Kim kecil sudah menunjukkan kemampuan komunikasi dalam berbagai bahasa.

Di usianya yang baru menginjak 5 tahun, Kim sudah menguasai bahasa Korea, China, Spanyol, Vietnam, Tagalog, Jerman, Inggris dan Jepang, hal ini terlihat di salah satu stasiun televisi Jepang yang tayang pada tanggal 2 November 1967. Di usia balita, Kim telah disibukkan dengan kegiatannya sebagai mahasiswa tamu di Fakultas Ilmu Fisika, Universitas Hanyang, Korea Selatan hingga usia 6 tahun.

(Baca juga: 7 Tanda Anak Jenius Sejak Lahir)

Kejeniusan Kim didengar oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA dan langsung mengundang Kim ke markasnya saat ia baru berusia 7 tahun. Di usia 15 tahun, Kim berkesempatan mengembangkan kejeniusannya sebagai peneliti NASA dari tahun 1974 hingga 1978.

Meski mendapat banyak tawaran menggiurkan dari seluruh dunia, Kim tetap teguh pada pendiriannya untuk belajar di Korea Selatan, terutama di kampung halamannya. Dan saat ini, Kim adalah pengajar di Chungbuk National University, Korea Selatan.

Christopher Hirata

Christopher Hirata tercatat sebagai salah satu jenius dengan skor IQ 225. Kejeniusannya semakin terlihat ketika ia menjuarai Olimpiade Fisika Internasional dan meraih medali emas di usia 13 tahun. Karena kejeniusannya, ia berkesempatan untuk bekerja di perusahaan Caltech dan melanjutkan pendidikannya di California Institute of Technology dan berhasil memperoleh gelar doktor pada usia 22 tahun. Sekarang anak laki-laki yang dijuluki itu anak ajaib telah dianugerahi gelar profesor di OSU Center for Cosmology and Physics AstroParticles (CCAPP).

William James Sidis

Orang terpintar di dunia selanjutnya adalah William James Sidis. Kejeniusan pria kelahiran New York, Amerika Serikat (AS) mulai muncul pada usia 18 bulan dan memiliki skor IQ antara 250-300. Meski masih balita, bacaan favoritnya adalah artikel-artikel berkelas di New York Times. Di usia 8 tahun, Sidis sudah menguasai 8 bahasa, yaitu Latin, Inggris, Jerman, Prancis, Yunani, Armenia, Turki, dan Ibrani. Ia juga telah mampu menyelesaikan beberapa tulisan tentang anatomi dan astronomi manusia. Bahkan hebatnya dia berhasil menulis buku The Book Of Vendergood.

D Dalam usia 16 tahun, Sidis telah mampu menyelesaikan pendidikan sarjananya sebagai sarjana matematika dengan predikat Summa Cum Laude dan saat ini Sidis telah menguasai lebih dari 200 bahasa di dunia.

Terence Tao

Terence Tao adalah pria kelahiran Australia pada 17 Juli 1975, namun ia besar di Shanghai. Kejeniusan Tao mulai tampak sejak usia 2 tahun. Dimana dia berhasil menguasai aritmatika dasar pada usia 2 tahun. Tao. Tercatat memiliki skor IQ antara 230-240, ia dapat menguasai berbagai bahasa mulai dari bahasa Inggris, Tao juga pandai berbicara bahasa Kanton, meskipun ia tidak dapat menulis dalam bahasa Mandarin.

Pada usia 9 tahun, Tao memamerkan kemampuannya dengan mempelajari matematika tingkat universitas. Dia adalah satu dari hanya dua bersaudara, selain Lenhard Ng, yang mampu mendapat nilai lebih tinggi dari anak berusia 8 tahun 700. Tao mendapat nilai 760 dalam studi Johns Hopkins tentang matematika tingkat universitas. Tao juga merupakan peserta termuda dalam Olimpiade Matematika Internasional pada tahun 1986, 1987, dan 1988. Ia adalah anak berusia 10 tahun pertama dan termuda yang memenangkan medali perunggu, perak dan emas dalam kompetisi tersebut.

Prestasi Tao di bidang sains berturut-turut, termasuk King Faisal International Prize pada 2010. Dua tahun kemudian, ia memenangkan Crafoord Prize bidang matematika dari Royal Swedish Academy of Sciences. Pada tahun 2012, ia kembali mendapatkan penghargaan dari Simon Foundation dan pada tahun 2013 Tao telah menerbitkan lebih dari 250 makalah penelitian dan 17 buku.

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie

Indonesia juga sangat bangga memiliki BJ Habibie. Presiden ke-3 Republik Indonesia ini tercatat sebagai salah satu manusia paling jenius di muka bumi. BJ Habibie tercatat memiliki IQ 200 atau lebih dari skor IQ Albert Einstein yang mencatat IQ 160.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan ini mengasah kejeniusannya seiring perjalanannya menempuh pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Habibie tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung atau sekarang Institut Teknologi Bandung pada tahun 1954.

Habibie kemudian melanjutkan pendidikan teknik penerbangan khususnya konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat. Dalam kurun waktu 1955-1965, Habibie memperoleh gelar diploma teknik pada 1960 dan gelar doktor teknik pada 1965 dengan pujian. summa cum laude. Kemudian lanjutkan belajar. Jalur karir dimulai dari perusahaan penerbangan di Hamburg, Jerman, Messerschmitt-Bolkow-Blohm dan tercatat sebagai penemu. teori retak pesawat terbang.

Postingan IQ Exorbitant, Mengenal Orang Terpintar di Dunia muncul pertama kali di Smart Class.