Kenapa Pesawat “Takut” Terbang di Atas Samudra Pasifik?

Beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya, mengapa ketika kita melakukan perjalanan dari Asia, termasuk Indonesia, ke Amerika Serikat, pesawat akan memilih untuk berputar dan tidak terbang langsung di atas Samudera Pasifik? Apakah ini yang membuat perjalanan lebih lama?

Saat kita melakukan perjalanan dari Asia ke Amerika Serikat, pesawat tidak terbang dalam jalur lurus dari bandara asal ke bandara tujuan, begitu pula sebaliknya. Kita akan dibawa mengitari lautan atau Samudera Pasifik, atau dengan kata lain tidak terbang langsung di atasnya.

Tentu ini bukan tanpa alasan. Keputusan maskapai untuk mengambil rute melengkung dan menghindari terbang langsung di atas Samudra Pasifik – untuk rute yang menghubungkan Amerika Serikat ke Asia, didasarkan pada alasan penghematan dan keamanan.

(Baca juga: Apa yang terjadi jika media sosial tidak ada?)

Ya, rute melengkung dianggap lebih pendek daripada rute lurus. Ini mengacu pada fakta bahwa bumi kita tidak datar, jadi rute lurus tidak menawarkan jarak terpendek antara dua lokasi. Selain itu, pesawat yang tidak terbang langsung di atas Samudera Pasifik juga dinilai lebih aman.

Saat merencanakan rute, banyak pilot lebih memilih untuk memaksimalkan jumlah bandara di sepanjang jalurnya. Alih-alih terus-menerus di atas laut. Untuk diketahui, Pasifik merupakan samudra terbesar dan terdalam di dunia. Jadi jika pesawat menghadapi masalah karena genangan air yang tampaknya tak berujung dan tak berdasar, pilot akan kesulitan menemukan tempat yang aman untuk melakukan pendaratan darurat.

Samudera Pasifik atau Ocean of Shady adalah perairan terbesar di dunia, dan menutupi sekitar sepertiga permukaan bumi, dengan luas permukaan 165.250.000 km² (63.800.000 mi2). Panjangnya sendiri sekitar 15.500 km (9.600 mil) dari Laut Bering di Kutub Utara hingga batas es di Laut Ross di Antartika di selatan. Samudera Pasifik mencapai lebar timur-barat terbesarnya pada sekitar 5 derajat garis lintang U, di mana ia membentang sekitar 19.800 km (12.300 mil) dari Indonesia hingga pantai Kolombia. Wah….

Posting Mengapa Pesawat "Takut" Terbang Di Atas Samudra Pasifik? muncul pertama kali di Smart Class.