Mengancam Banyak Negara di Dunia, Apa Itu Resesi?

Pandona virus pandemi atau penyakit coronavirus 2019 (covid-19) tidak dapat disangkal memiliki banyak dampak pada kehidupan manusia. Termasuk di sektor ekonomi, di mana pandemi telah melanda perekonomian hampir semua negara di dunia. Beberapa negara bahkan mengklaim telah mengalami resesi ekonomi.

Gejolak resesi ekonomi global bahkan menghasilkan catatan minus untuk pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Indikator ini dapat dilihat dari penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), pendapatan riil menurun, jumlah pekerjaan, penjualan ritel, dan penurunan industri manufaktur. Lalu, apa sebenarnya yang disebut resesi? Dan seberapa besar dampaknya terhadap kelangsungan hidup ekonomi negara-negara di dunia.

Apa itu Resesi?

Dalam ekonomi makro, resesi adalah suatu kondisi ketika produk domestik bruto (PDB) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil negatif untuk dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Ini dapat menghasilkan pengurangan simultan dalam semua kegiatan ekonomi seperti pekerjaan, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Selama masa ini, ekonomi berjuang, orang kehilangan pekerjaan, perusahaan membuat lebih sedikit penjualan dan output ekonomi secara keseluruhan menurun.

(Baca juga: Tiga Isu Penting dalam Masalah Ekonomi Klasik)

Resesi sering dikaitkan dengan penurunan harga (deflasi), atau, sebaliknya, kenaikan harga yang tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi. Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi. Penurunan drastis dalam tingkat ekonomi (biasanya karena depresi berat, atau karena hiperinflasi) disebut kebangkrutan ekonomi (keruntuhan ekonomi).

Dikatakan bahwa suatu negara mengalami resesi ketika ekonomi suatu negara dicirikan oleh produk domestik bruto negatif (PDB), peningkatan tingkat pengangguran hingga penurunan penjualan ritel sebagai akibat dari berkurangnya daya beli.

Dampak resesi

Efek domino dari resesi ekonomi terjadi ketika investasi merosot, maka secara otomatis akan menghilangkan sejumlah pekerjaan yang membuat jumlah PHK meningkat secara signifikan. Produksi barang dan jasa juga telah turun, sehingga mengurangi PDB nasional.

Efek-efek ini bisa dalam bentuk kredit macet bank yang sulit untuk mengendalikan inflasi atau terjadi deflasi. Juga, neraca perdagangan minus dan langsung berdampak pada cadangan devisa. Dalam skala nyata, banyak orang kehilangan rumah karena tidak mampu membayar cicilan, melemahkan daya beli. Kemudian, banyak bisnis terpaksa menutup pintu mereka. Untuk alasan ini, jika pemerintah tidak segera mengatasinya melalui berbagai kebijakan yang tepat dan efektif melalui kebijakan makro dan mikro, efek domino dari resesi akan menyebar ke berbagai sektor lainnya.

Indonesia sendiri diproyeksikan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dalam laporan Proyeksi Ekonomi Juni 2020, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini minus 2,8 persen selama pandemi tahun ke-19. Bahkan ketika gelombang kedua co-19 terjadi karena diberlakukannya berbagai langkah pelonggaran, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar minus 3,9 persen.

Pos itu Mengancam Banyak Negara di Dunia, Apa Itu Resesi? muncul pertama kali di Smart Class.