Plus Minus Metode Gamifikasi Dalam Proses Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran banyak sekali cara yang bisa dilakukan, terutama pada saat pandemi Covid-19 yang menuntut siswa sekolah atau belajar secara virtual. Salah satunya adalah proses pembelajaran dalam metode gamifikasi. Dikatakan bahwa metode pembelajaran gamifikasi berarti menerapkan prinsip kerja permainan dalam proses pembelajaran, dengan tujuan menumbuhkan motivasi belajar dan mengubah perilaku siswa.

Selain gamification, ada juga metode lain yang menggunakan game dalam proses pembelajarannya yaitu game-based learning (GBL) dan masih banyak metode lain untuk mendukung proses pembelajaran secara virtual.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas plus minus gamification dalam proses pembelajaran. Apa yang bisa kau lakukan?

Dalam proses pembelajaran yang lazim dilakukan adalah metode pembelajaran ceramah, diskusi, demonstrasi dan metode campuran semua. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, proses pembelajaran Gamifiksai semakin banyak diterapkan. Lantas apa saja plus minusnya penerapan proses pembelajaran gamifikasi?

Metode Gamifikasi Plus

Dalam berbagai penelitian, metode Gamification diterapkan dalam konteks pendidikan atau terutama dalam proses pembelajaran. Secara umum, metode ini bekerja dengan mengintervensi tiga aspek utama: kognitif, emosional, dan sosial. Metode gamifikasi memiliki kelebihan berikut:

  1. Mengembangkan sikap positif terhadap metode pembelajaran Matematika.

Metode Gamification akan memudahkan siswa dalam memahami apa yang sedang dibicarakan sehingga menimbulkan minat dan juga motivasi untuk mempelajarinya lebih lanjut.

  1. Membantu proses tumbuh kembang anak.

Metode gamifikasi yang disampaikan secara imajinatif akan menumbuhkan proses tumbuh kembang anak menjadi lebih kreatif dan imajinatif. Di mana anak-anak bertukar peran dan bekerja sama dengan teman-teman mereka pada tema tertentu adalah salah satu bagian terpenting dari perkembangan siswa.

(Baca juga: Sekolah di Corona Times dengan Metode STEAM Efektif)

Salah satunya dengan pembelajaran melalui permainan, sehingga siswa mampu membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk pemahaman akademik.

  1. Tingkatkan siswa & # 39; kemampuan bahasa

Contoh lainnya adalah melalui metode musikalisasi dan gerak, cara ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa & # 39; kemampuan bahasa selama periode prasekolah. Anak-anak yang "mengenal" musik sejak usia dini memiliki kematangan yang lebih tinggi dalam berbicara dan berkomunikasi. Proses pendengaran pada tumbuh kembang anak sangat penting untuk perkembangan kemampuan berbahasa.

Metode Minus Gamification

Meski gamifikasi memiliki banyak keunggulan, namun jika kita amati secara seksama dari segi perkembangan anak dan perkembangan sosial emosional, ada beberapa dampak lain yang perlu diperhatikan dari penerapan psikologi permainan ke dalam pembelajaran.

  1. Motivasi Ekstrinsik.

Memberikan penghargaan ekstrinsik dapat membantu membuat kelas berjalan sesuai keinginan. Namun demikian, guru tetap bertanggung jawab membantu siswa agar termotivasi secara intrinsik. Pembelajaran yang terjadi karena keinginan yang muncul dari dalam jauh lebih kuat dan bermakna dibandingkan pembelajaran yang terjadi demi memperoleh imbalan.

  1. Menciptakan Pengalaman Belajar Sesuai Aturan.

Penerapan metode gamifikasi atau permainan dalam pembelajaran bahkan dapat menciptakan pengalaman yang disesuaikan dengan kaidah, sehingga pada akhirnya tetap terasa seperti pengalaman belajar di sekolah pada umumnya.

  1. "Merusak" secara psikologis.

Kurangnya penjelasan kepada siswa tentang memberi lencana atau Penghargaan dapat membuat siswa melihat proses pembelajaran apa pun dalam game hanya sebagai batu loncatan yang harus dilalui untuk mendapatkan hadiah; bukan perolehan pembelajaran yang berhasil.

Gamifikasi dalam pembelajaran dapat berjalan dengan sukses dan efektif, tetapi dapat juga gagal. Oleh karena itu, penerapan Gamification perlu dirancang dengan cermat dan disertai dengan penilaian siswa mengenai pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian mampu menghasilkan proses pembelajaran yang efektif dan berhasil.

Metode Post Plus Minus Gamification dalam Proses Pembelajaran muncul pertama kali pada Smart Class.