Tradisi unik orang Indinesia Rayakan Hari Kemerdekaan

Momen hari kemerdekaan selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang, termasuk kita di Indonesia. Tak ayal, berbagai kegiatan pun disiapkan untuk menyambut hari bersejarah ini. Beberapa dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan upacara bendera yang sering diadakan di sekolah setiap tanggal 17 Agustus, bukan? Begitu pula dengan perlombaan seperti panjat pinang, balap karung, tarik tambang dan lain sebagainya. Semua aktivitas tersebut seakan sudah menjadi tradisi warga negara Indonesia yang harus selalu hadir di setiap perayaan hari kemerdekaan.

Tapi tentu saja, ini tidak semua dilakukan demi perayaan. Sementara upacara bendera dikatakan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan memperkuat rasa persaudaraan, berbagai lomba diklaim dapat mempererat hubungan antar masyarakat dan meningkatkan kreativitas dan daya juang. Lantas, bagaimana dengan tradisi yang kerap digelar menjelang kemerdekaan?

Ini sama pentingnya, karena selain bisa mempererat silaturahmi antar sesamanya, berbagai tradisi yang digelar sebelum kemerdekaan juga merupakan wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kebebasan yang diberikan. Lantas, bicara tentang keunikan tradisi di Hari Kemerdekaan, bagaimana menurut Anda?

Tirakatan

Tirakatan diartikan sebagai bentuk syukur. Dalam hal ini tentunya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Maka tidak mengherankan jika isinya bukan sekedar silaturahmi, tapi juga doa bersama. Biasanya kegiatan ini dilakukan di setiap RT atau Desa. Dimana masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua berkumpul di lapangan atau ruang terbuka baik untuk sekedar kumpul atau makan bersama, sebelum akhirnya ditutup dengan doa.

Tirakatan biasanya ditemukan di sebagian besar wilayah di pulau ini, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Tradisi ini diadakan setiap malam tanggal 17 Agustus.

Tradisi Baritan

Diselenggarakan pada hari sebelum 17 Agustus, tradisi ini biasanya diawali dengan sambutan dari berbagai pihak dan penyampaian pesan moral perjuangan dan kemerdekaan, sebelum akhirnya ditutup oleh para baritan. Baritan sendiri merupakan kegiatan makan bersama sambil duduk di lantai menghadap tumpeng berisi nasi dan aneka lauk pauk. Secara garis besar hal ini hampir mirip dengan Tirakatan, dimana masyarakat memegangnya sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.

(Baca juga: Wajib Diketahui, 5 Fakta Menarik Seputar Hari Kemerdekaan Indonesia!)

Tradisi Baritan yang dapat ditemukan di Pemalang juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Hal ini bermula ketika warga Pemalang dilanda wabah penyakit yang diyakini sebagai hukuman dari penguasa Pantai Utara bernama Dewi Lanjar, karena tidak memberi hormat kepada sesaji. Dari situ, masyarakat Pemalang yang sebagian besar nelayan, mengadakan ritual sedekah laut Baritan. Baritan berasal dari bahasa Jawa 'mbubarake peri lan devil', yang berarti membubarkan peri dan setan.

Peresean

Tradisi unik lainnya dalam menyambut hari kemerdekaan adalah Peresean. Ini biasa kita temui di Lombok. Peresean sendiri jika merujuk pada Wikipedia diartikan sebagai perkelahian antara dua pria bersenjatakan tongkat rotan (braid) dan perisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende). Pejuang di Peresean disebut pepadu dan wasit disebut pakembar.

Latar belakang Peresean adalah pelampiasan emosi para raja di masa lalu saat memenangkan pertempuran melawan musuh. Selain itu, dahulu Peresean juga menjadi salah satu media yang digunakan pepadu untuk melatih ketangkasan, ketangguhan dan keberanian dalam bertanding.

Kakak Telok

Telok Abang merupakan tradisi lomba menghias telur yang populer di Palembang. Tradisi ini hanya muncul setahun sekali, tepatnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Istilah Telok Abang sendiri berasal dari kata Telor yang artinya telur dan Abang yang artinya merah. Jika diterjemahkan, artinya telur mainan itu dicat merah.

Tradisi ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda, mengacu pada hari lahir Ratu Belanda Wilhelmina II. Saat itu masyarakat Kota Palembang merayakannya dengan membuat telur bercat merah atau dikenal dengan telok saudara. Tradisi ini berlanjut hingga setelah Indonesia dibebaskan dari penjajahan.

Jalankan Obor

Dalam sejarahnya, lari obor digunakan untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dimana pada masa penjajahan, warga sekitar menggunakan obor sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan strategi perang. Obor itu sendiri digunakan untuk menentukan posisi seseorang. Saat itu penerangan sangat minim, sehingga kegiatan sosial dilakukan dengan menggunakan obor. Pola penyampaian informasi terkadang harus dilakukan secara bertahap, dari satu warga ke warga lainnya.

Postingan Tradisi Unik Orang Indonesia Merayakan Hari Kemerdekaan muncul pertama kali di Smart Class.